Pembelajaran adalah penciptaan sistem lingkungan yang memungkinkan terjadinya belajar. Penciptaan sistem lingkungan berarti menyediakan seperangkat peristiwa kondisi lingkungan yang dapat merangsang anak untuk melakukan aktivitas belajar. Raka Joni (1980:1)

Proses pembelajaran bersifat kompleks, karena melibatkan dan ditentukan oleh sejumlah variabel. Variable-variabel dasar pembelajaran tersebut dipengaruhi oleh karakteristik sejumlah komponen yang meliputi input, proses, output, dan umpan balik.

  • Komponen input (masukan) adalah
  1. row in put- peserta didik yang diharapkan mengalami perubahan tingkah laku setelah mengikuti proses pembelajaran,
  1. instrumental in put, yakni komponen guru, materi, media, termasuk manajemen kelas,
  2. environmental input yakni: kondisi social ekonomi, kultural, filsafat masyarakat dan sejenisnya dan
  3. structural in put adalah setting formal kelembagaan, misalnya tujuan sekolah, tujuan pendidikan, visi dan misi sekolah.
  • Komponen Proses

adalah serangkaian interaksi dinamis pembelajaran antara siswa sebagai masukan dengan sejumlah komponen instrumental-environmental dan structural input pembelajaran.

  • Komponen out-put

adalah hasil belajar sebagaimana yang dirumuskan dalam tujuan pembelajaran yang berupa kualifikasi tingkah laku yang diharapkan dapat dikuasai anak setelah mengikuti interaksi pembelajaran. Komponen ini terdiri atas domain kognitif, afektif dan psikomotor.

  • Komponen umpan-balik

adalah komponen yang memiliki fungsi informatif bagi efektivitas pencapaian tujuan dan relevansi dari komponen-komponen yang terkait.

Strategi pembelajaran aktualisasinya terwujud sebagai seperangkat tindakan guru untuk mewujudkan proses pembelajaran yang memudahkan siswa untuk mencapai tujuan belajarnya. Cakupan tindakan tersebut meliputi variabel :

    1. setting (latar) pembelajaran,
    2. pengelolaan dan pengorganisasian bahan ajar,
    3. pengalokasian waktu,
    4. pengaturan pola aktivitas pembelajaran,
    5. metode, teknik, dan prosedur pembelajaran,
    6. pengaturan dalam pemanfaatan media pembelajaran,
    7. penerapan prinsip-prinsip pembelajaran,
    8. penerapan pendekatan pola aktivitas pembelajaran,
    9. pengembangan dan pengaturan iklim pembelajaran.

Nilai strategis suatu strategi pembelajaran dapat juga diuji atas dasar kesesuaiannya dengan karakteristik variabel-variabel penentu pembelajaran, seperti :

    1. sesuai dengan tujuan yang akan dicapai,
    2. sesuai dengan karakteristik bahan pembelajaran,
    3. karakeristik guru,
    4. karateristik siswa,
    5. karakteristik sarana dan prasarana yang tersedia.

Kiat atau taktik untuk melaksanakan aktivitas pembelajaran di kelas, harus bersifat terencana, kondisional dan transaksional. Artinya sejumlah aktivitas kelas baik aktivitas guru maupun aktivitas siswa di kelas ada yang secara sistematis telah direncanakan sebelumnya.

Ada tiga hal yang perlu dicermati guru untuk menyusun rencana strategi pembelajaran:

  1. pada variabel-variabel penentu strategi
  2. substansi strategi
  3. jenis-jenis dan bentuk strategi yang akan digunakan.

Variabel-variabel penentu dalam perencanaan strategi menurut meliputi:

  1. variabel tujuan pembelajaran,
  2. variabel materi pembelajaran,
  3. variabel kemampuan diri guru,
  4. variabel kemampuan siswa,
  5. variabel sarana dan prasarana pembelajaran yang tersedia.

sumber: Suprihadi Saputro (dosen TEP UM)