1. Pengertian Hasil Belajar

Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya (Sudjana, 1990:22). Hasil belajar merupakan gambaran tingkat penguasaan siswa terhadap sasaran belajar pada topik bahasan yang dieksperimenkan, yang diukur dengan berdasarkan jumlah skor jawaban benar pada soal yang disusun sesuai dengan sasaran belajar (Sahertian, 2004:1).  Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah gambaran tingkat penguasaan atau kemampuan siswa setelah mendapatkan pengalaman belajar.

2. Klasifikasi Hasil Belajar

Dalam sistem pendidikan nasional rumusan tujuan pendidikan, baik tujuan kurikuler maupun tujuan instruksional menggunakan klasifikasi hasil belajar dari Benyamin Bloom yang secara garis besar membaginya dalam tiga ranah, yakni ranah kognitif, ranah afektif, dan ranah psikomotoris (Sudjana, 1990:22).

a. Ranah Kogntif

Ranah kognitif yang berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari enam aspek, yakni pengetahuan atau ingatan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis, dan evaluasi. Kedua aspek pertama disebut kognitif tingkat rendah dan keempat aspek berikutnya termasuk kognitif tingkat tinggi.

1) Pengetahuan

Tipe belajar pengetahuan termasuk kognitif yang paling rendah. Namun tipe hasil belajar ini menjadi prasarat bagi tipe belajar berikutnya. Hafal menjadi prasarat bagi pemahaman.

2) Pemahaman

Pemahaman dapat dibedakan menjadi tiga kategori. Tingkat terendah adalah pemahaman terjemahan, mulai dari terjemahaan dalam arti sebenarnya, misalnya dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia. Tingkat kedua adalah pemahaman penafsiran, yakni menghubungkan bagian-bagian terdahulu dengan yang diketahui berikutnya, atau menghubungkan beberapa bagian dari grafik dengan kejadian, membedakan yang pokok dan yang bukan pokok.

3) Aplikasi

Aplikasi adalah penggunaan abstraksi pada situasi kongkret atau sistuasi khusus. Abstraksi tersebut mungkin berupa ide, teori, atau penunjuk teknis.

4) Analisis

Analisis adalah usaha memilah suatu integritas menjadi unsur-unsur atau bagian-bagian sehingga jelas hierarkinya dan susunannya. Analisis merupakan kecakapan yang kompleks. Dengan analisis diharapkan seseorang mempunyai pemahaman yang komperehensif dan dapat memilahkan integritas menjadi bagian-bagian yang tetap terpadu, untuk beberapa hal memahami prosesnya, untuk hal lain memahami cara bekerjanya, untuk hal lain memahamai sistematikanya.

5) Sintesis

Berpikir sintesis adalah berpikir divergen. Dalam berpikir divergen pemecahannya atau jawabannya belum dapat dipastikan.

6) Evaluasi

Evaluasi adalah pemberian keputusan tentang nilai sesuatau yang mungkin dilihat dari segi tujuan , gagasan, cara bekerja, pemecahan, metode, materi, dan lain-lain).

b. Ranah Afektif

Ranah afektif berkenaan dengan sikap yang terdiri dari lima aspek, yakni penerimaan, jawaban atau reaksi, penilaian, organisasi, dan internalisasi. Secar lebih rinci akan dijelaskan pada pembahasan dibawah ini :

1)      Reciving/attending, yakni semacam kepekaan dalam menerima rangsangan (stimulasi) dari luar yang datang kepada siswa dalam bentuk masalah, situasi gejala, dll. Dalam tipe ini termasuk termasuk kesadaran , keinginan untuk menerima stimulus, kontrol, dan seleksi gejala atau rangsangan dari luar.

2)      Responding atau jawaban, yakni reaksi yang diberikan oleh seseorang terhadap stimulasi yang datang dari luar. Hal ini mencakup ketepatan reaksi, perasaan , kepuasan dalam menjawab stimulus dari luar yang datang kepada dirinya.

3)      Valuing (penilaian) berkenaan dengan nilai dan kepercayaan terhadap gejala atau stimulus tadi. Dalam evaluasi ini termasuk di dalamnya kesediaan menerima nilai dan kesepakatan terhadap nilai tersebut.

4)      Organisasi, yakni pengembangan dari nilai ke dalam sistem organisasi, termasuk hubungan satu nilai dengan nilai lain, pamantapan, dan prioritas nilai yang telah dimilikinya. Yang termasuk ke dalam organisasi ialah konsep tentang nilai, organisasi sistem nilai, dll.

5)      Karakteristik nilai atau internalisasi nilai, yakni keterpaduan semua sistem nilai yang telah dimiliki seseorang, yang mempengaruhi pola kepribadian dan tingkah lakunya

c. Ranah Psikomotoris

Ranah psikomotoris berkenaan dengandengan hasil belajar ketrampilan dan kemampuan bertindak. Ada enam aspek ranah psikomotoris, yakni :

1)      Gerakan refleks (ketrampilan pada gerakan yang tidak sadar).

2)      Ketrampilan pada gerakan-gerakan dasar.

3)      Kemampuan perseptual, termasuk di dalamnya mebedakan visual, membedakan auditif, motoris, dan lain-lain.

4)      Kemampuan di bidang fisik, misalnya kekuatn, keharmonisan, dan ketepatan.

5)      Gerakan-gerakan skill, mulai dari ketrampilan sederhana sampai pada ketrampilan kompleks

6)      Kemampuan yang berkenaan dengan komunikasi non-decursive seperti gerakanekspresifdan interpretatif.