Pengertian Benda Asli

Salah satu bentuk media pembelajaran yang termasuk dalam kategori tiga dimensi adalah benda-benda asli, atau wujud kenyataan kondisi yang sebenarnya. Dari segi efektivitas pengajaran, penggunaan benda sebenarnya sebagai media pembelajaran dapat memberikan urunan yang cukup berarti, terutama dari pemerolehan pengalaman yang bersifat langsung dan kongkrit. Karena segala peristiwa yang terungkap di dalam jalinan interaksi dengan media sebenarnya tersebut, cukuplah untuk mendapatkan peng-alaman langsung, lengkap dan kesan yang mendalam dari apa yang dipelajari, tepatlah apabila kita belajar melalui benda-benda atau keadaan yang sebenarnya. Ada yang menyebut media ini sebagai alat peraga langsung.

Pengertian yang termasuk dalam kategori media pembelajaran yang sebenarnya, baik benda yang hidup seperti manusia, tumbuhan, dan hewan, di samping benda mati dan benda tak hidup (anorganik). Ada dua cara yang ditempuh untuk belajar melalui benda sebenarnya, yaitu membawa kelas ke dunia luar atau membawa dunia ke dalam kelas. Untuk membawa kelas ke dunia luar caranya dapat melalui Widyawisata/Karyawisata, yaitu perjalanan ke luar kelas atau sekolah (wisata) untuk tujuan belajar (widya). Sedangkan untuk dapat membawa dunia (luar) ke dalam kelas adalah dengan cara menggunakan specimen atau barang contoh, yaitu benda-benda aseli baik dalam keadaan hidup dan utuh, maupun dalam keadaam mati ataupun sebagian dari benda aseli itu untuk diperagakan atau dipelajari di kelas atau di dalam ruang laboratorium khusus untuk pelajaran tertentu.

Belajar Benda Asli melalui Widyawisata

Widyawisata adalah kegiatan belajar yang dilaksanakan melalui suatu kunjungan ke suatu tempat atu obyek di luar kelas sebagai bagian integral dari seluruh kegiatan akademis/ belajar dalam rangka mencapai tujuan pendidikan dan pembelajaran (instruksional) tertentu. Widya artinya belajar dan wisata artinya kunjungan atau perjalanan.

Keuntungan Widyawisata

Beberapa keuntungan yang diperoleh melalui widya-wisata, antara lain:
Pengalaman langsung
Pengalaman langsung dengan benda sebenarnya akan memberikan kesan yang lebih kuat, dengan demikian membuat hasil belajar yang lebih menetap. Dengan demikian siswa akan bertambah wawasan serta pengalamannya.
Membangkitkan minat untuk menyelidiki dan menemukan sesuatu yang baru
Dengan belajar dengan objek langsung di tempat benda itu berada siswa akan lebih lengkap pengalaman yang diperolehnya.
Melatih seni hidup bersama, menjalankan tugas dan tanggungjawab bersama

Dengan dibentuknya panitia study tour siswa diberi tugas dan tanggung jawab masing sesuai dengan bidang ugas dan tanggung jawabnya. Di situlah mereka belajar seni hidup yang nyata dan salling tolong menolong satu sama lain.
Menciptakan kepribadian yang komplit bagi guru maupun siswa.
Banyak pengalaman yang hanya dapat diperoleh melalui kegiatan ini. Misalnya bagaimana mengatasi hambatan transportasi, bagaimana mengatasi hambatan bahasa (misalnya lokasi wisata hanya menggunakan bahasa lokal saja), bagaimana mengatasi keadaan darurat (misalnya ada peserta yang sakit mendadak) dan sebagainya.
Mengintegrasikan antara pengajaran di kelas dengan kehidupan nyata di masyarakat

Karyawisata mampu mengintegrasikan pengalaman siswa atau peserta didik. Pengalaman yang dimiliki siswa perlu disesuaikan dengan pengalaman yang ada, agar peserta didik memiliki pemahaman yang luas terhadap dunia sekitarnya. Pengalaman yang diperoleh selama melakukan karyawisata merupakan pengalaman langsung dari kehidupan di luar diri anak atau masyarakat sekitar yang dekat dengan siswa.

Kelemahan-kelemahan
Di samping ada keuntungan yang kita dapatkan dari kegiatan karyawisata, ada juga kelemahan-kelemahan yang kita dapatkan. Beberapa kelemahan Widyawisata, yaitu sebagai berikut ini.
Masalah waktu
Apabila tidak dirancang secara baik, disamping mengganggu siswa dan kegiatan rutinnya juga akan memboroskan waktu saja.

Memerlukan biaya

Memerlukan biaya, tenaga dan tanggungjawab ekstra. Disamping biaya yang dikeluarkan di luar biaya rutinsekolah, tenaga untuk perjalanan juga memerlukan pengelolaan yang penuh tanggungjawab baik dari siswa maupun guru. Karena bagaimanapun perjalanan sekolah semacam ini mengandung banyak resiko.

Obyek wisata yang kurang memenuhi syarat
Sering terjadi tujuan widya wisata tidak dapat tercapai disebabkan obyek yang tidak memenuhi syarat untuk bahan belajar. Misalnya obyek yang terlalu rumit, terlalu kecil, terlalu besar, berbahaya dan sebagainya.

Langkah-langkah Widyawisata

Secara umum widya wisata dapat melalui tahap-tahap: perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi/follow-up. Namun tahapan itu dapat dirinci sebagai berikut:

1. Menetapkan tujuan yang jelas, yaitu apa yang akan dicapai melalui kegiatan widyawisata tersebut.

2. Jika kegiatan tersebut melalui instansi-instansi tertentu, persiapkan lebih dulu prosedur perijinan yang harus dipenuhi. Pilihlah kurir yang cekatan, sehingga mereka dapat menyelidiki dulu kondisi dari obyek yang akan dikunjungi. Mintalah persetujuan dan kerja sama dari/dengan orang tua.

3. Persiapkan dengan teliti apa saja yang perlu dibawa untuk kelengkapan dan keamanan pada waktu mengadakan perjalanan dan waktu berada ditempat wisata.

4. Jelaskan pada siswa tugas-tugas apa saja yang harus dikerjakan dan pertanyaan-pertanyaan apa saja yang nanti jawabannya akan ditemukan ditempat wisata.

5. Dalam perjalanan tata tertib harus dijaga dan utamakan keselamatan, sehingga bisatiba ditempat tujuan dengan selamat dan tepat pada waktu yang direncanakan.

6. Setelah tiba di tempat yang dituju ingatkan sekali lagi tugas-tugas yang harus dikerjakan oleh murid selama ditempat tersebut.

7. Setelah pulang dengan selamat, lanjutkan dengan kegiatan lanjutan yang berupa:

a. Pelaporan secara umum proses dan hasil kegiatan perjalanan tersebut.

b. Diskusikan hasil-hasil yang diperoleh selama widya wisata.
c. Adakan kegiatan evaluasi terhadap hasil widya wisata tersebut. Untuk mengetahui sejauh mana tujuan-tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya tercapai.

d. Rumuskanlah saran-saran untuk kegiatan yang serupa untuk kegiatan yang akan datang.

e. Simpan dengan baik semua dokumentasi yang diperoleh agar dapat digunakan sewaktu-waktu.

f. Buat laporan lengkap seluruh kegiatan widyawisata dan seluruh hasil yang diperoleh selama widya wisata tersebut dalam satu file yang dapat dimanfaatkan sewaktu-waktu.

About these ads